hari itu, siang sangat menyengat. bahkan bsa dibilang membakar kulit. menurut orang tua dulu, jika siang sudah sangat panas, artinya akan turun hujan. pada siang yang menyenggat kali ini, aku diwajibkan pergi menengok nenekku yang tinggal di bilangan Bekasi. Belum pernah aku berangkat sendirian. tapi, karena orang tua ku  sedang pergi ke luar kota, alhasil aku berangkat sendirian.

ketika sudah sampai di Stasiun Cawang , langsung naik tangga. tiba-tiba ada seorang anak kecil duduk disampingku. awalnya ku takut, mengingat banyak terjadi kejahatan di kota Jakarta. Tapi, ternyata dy lebih supel, dripada aku. dy mngajak kenalan duluan. sambil menunggu bis jurusan UKI, kami pun berkenalan.

namanya Andri. dy kelas 5 SD di SDN 09, dy tidak menjeelaskan detailnya. dia hidup bersama ibunya. sehari-hari setelah pulang sekolah dia akan bekerja sebagai “penghibur” cilik didalam bis kota. bersenjatakan botol plastik bekas yang berisikan butiran-butiran beras,, ia menjelajah dari satu bis ke bis yang lain.

yang ku banggakan dari dia, dia tetap rajin sekolah walau harus membantu ibunya. dia juga memberondongku dengan berbagai pertanyaan yang beruntun. mirip seorang wartawan, yang membuaat naraasumber menjadi pesakitan.

awalnya dia bertanya aku henddak kemaana, sampai pada pertanyaan aku kuliah dimana. dan ketika ia tahu bahwa aku anak kuliahan, dya mulai “menceramahiku”. suatu hal yang agak aneh, ketika seorang “dewasa” dikuliahi oleh anak SD untuk tidak membolos.

dengan pernyataan yang terkesan straight, ia langsung bilang padaku bahwa membolos itu perbuatan yang tidak baik. dia menggunakan perumpaan dirinya, ia katakan bahwa ia terkadang membolos. tapi ada pengecualian, ia harus mencari nafkah..

aku ingin menangis,, aku terkadang bolos kuliah dan itu bukan untuk mencari nafkah. karena Alhamdulillah, say masih mendapatkan penghidupan dari kedua orangtua yang kebetulan bekerja.

“Mbak, jangan pernah bolos kuliah lagi ya! “, aku diingatkaan oleh seseorang yang umurnya lebih keecil dibandingkan aku tapi memiliki semangdt besar untuk menuntut ilmu. Aku jadi merasa malu.

setelah dia memberikan ku peetuah, dia langsung naik ke dalam bis kota lagi. Sambil melambaikan tangan dan tersenyum paadaku.

thanksss sudah mengingatkan ku dik, semogaa Allah membalaas ke-arifan-mu….

mulai hari ini, saya akan berjanji untuk tak membolos lagi..

makasii Andri….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s