Diskriminasi di Jalanan Makassar

hmm, tulisan ini gue buat karena merasa terdiskriminasi sama pengguna jalan yang lain. hikz.

gue adalah salah satu pengguna sepeda di Kota Daeng ini . naik sepeda dari rumah menuju Kampus Universitas Hasanuddin, tepatnya di Fakultas Ilmu Kelautan. bisa dibilang gue duta sepeda bike to campus Unhas lah (narsis tapi emang gue dinobatkan sebagai duta sepeda tahun 2011). hehehe. semoga semangat gue bersepeda bisa menular sama teman-teman yang lain. amien ya rabbal alamin.
kembali ke cerita..

tadi, ketika menuju rumah dari kampus merah tercinta gue beberapa kali hampir diserempet motor ataupun angkot. ckckck, untung gue orangnya lincah, jadi bisa mengelak beberapa kali.
tapi yang paling jengkel, pas gue dimarahin sama ibu-ibu yang naik motor. gini ceritanya, ada angkot di depan gue dan berhenti tiba-tiba (tipikal angkot di Makassar), otomatis gue mengelak dan ngambil jalan di sebelah kanan. eh, tiba-tiba ibu-ibu di belakang gue yang naik sepeda motor menekan klakson berkali-kali ke gue. padahal yang salah itu tukang angkot. hikz, menyedihkan. gue merasa terdiskriminasi sebagai pengguna sepeda.

ini bukan kali pertama gue mengalami hal seperti ini. entah sudah ratusan kali gue mendapati perlakuan tidak istimewa oleh pengguna jalan yang lain. entah oleh motor, mobil, angkot, truck, dan sebagainya. padahal seharusnya mereka bisa memberikan hak kepada pengguna kendaraan non bermotor untuk diberikan lajur khusus sepeda. (ngarep.com)

menurut Kompas (20/2), judulnya “Tak diberi di Jakarta, di Bangkok diberikan”, membahas mengenai enaknya orang berjalan kaki dan naik sepeda disana. tak seperti di Indonesia yang uda sangat kacau balau. trotoar dipakai untuk sepeda motor lah, lajur khusus sepeda ga ada, lampu jalanan kadang tak berfungsi, dan yang paling kacau adalah TIPIKAL orang Indonesia yang selalu tak mengindahkan rambu-rambu. hmmm. kacau banget kan?  ini gue sebut sebagai korupsi kecil-kecilan, karena mereka menyerobot hak orang lain yang tidak menggunakan kendaraan non bermotor kayak gue.

gue sampe selalu berpikir, kalau orang Indonesia uda memaklumin korupsi kecil-kecilan dalam dirinya, pasti dia juga bisa memaafkan korupsi besar-besaran yang terjadi. kapan ya Indonesia bisa kayak Jepang? jika ia melakukan kesalahan, maka ia akan malu pada dirinya sendiri dan orang lain.

maaf, kalau ada yang merasa tersinggung, tapi inilah kenyataan. terima aja walaupun pahit, dan semoga ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. semoga Makassar menjadi lebih baik lagi.

Bumi hijau karena kita, Bumi pekat karena asap kita…:D
amien ya rabbal alamin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s