Wisata Sejarah di Desa Lakkang

Selamat Datang di Desa Lakkang

Kali ini saya ingin mengajak anda lebih mengenal tentang Wisata Sejarah di Sulawesi Selatan khususnya di Kota Makassar. Sebuah kota yang sarat dengan sejarah masa kejayaan Kerajaan Gowa dan masa perlawanan melawan penjajahan Belanda, Portugis ataupun Jepang.

Banyak yang bisa digali oleh traveller pecinta wisata sejarah di kota Anging Mammiri ini. Salah satunya adalah Bunker Peninggalan Jepang yang terletak di Desa Lakkang. Sebuah desa kecil yang berada di Delta Sungai Tallo, dihuni oleh sekitar 500 KK.

Minggu pada awal Februari, saya bersama Arif pergi bersepeda menuju Desa Lakkang. Dimana pada tahun 2011 diresmikan sebagai desa wisata utnk Sulawesi Selatan. Bunker Jepang didaulat sebagai titik utama wisata untuk Desa Lakkang. Selain itu, ada juga dermaga untuk memancing ikan.

Oia, saya naik sepeda dari Universitas Hasanuddin ke Teaching Farm lalu ke arah Desa Kera-kera. Disini ada dermaga yang selalu ada kapal untuk menuju Lakkang, dengan uang Rp 2000 kita bisa berwisata ke Lakkang. Perjalanan memakan waktu sekitar 20 menit hingga sampai di Lakkang.

Kapal menuju desa Lakkang

Sesampainya di Lakkang, saya langsung menikmati udara pagi di rerimbunan pohon bambu. Keadaan yang sangat tenang, saya daulat sebagai tempat yang bagus untuk belajar kelompok. hehehe. Desa Lakkang sudah memiliki akses yang baik. Jalan-jalan dari batu dibuat untuk menghubungkan rumah satu dan lainnya. Jadi tidak perlu becek-becekan ketika musim hujan tiba. Sebuah awal yang bagus buat pemerintah untuk menunjang pariwisata di Desa Lakkang.

Setelah puas berputar-putar di sekitar desa, saya pun menuju bunker Jepang yang menjadi buah bibir. Sebuah bunker yang terletak dekat dengan rumah warga tertutup daun-daun bambu yang menguning. Awalnya saya tidak melihat bunker tersebut, tapi setelah melihat papan bertuliskan Bunker Jepang, saya pun mencoba masuk ke dalam bunker.

Hawa dingin merebak ketika mulai memasuki tangga bawah tanah. Brrrr. aneh hawanya, akhirnya saya malah keluar dan foto-foto di luar bunker. Hanya Arif yang berani masuk ke dalam bunker.. hiiii. Di dalam terasa hawa dingin,, ckckck… Saya pun mencoba berspekulasi, mungkin disini pernah ada tentara Jepang yang meninggal. hehehe.

Setelah puas melihat bunker Jepang, saya pun pergi bersepeda lagi. Melihat-lihat aliran sungai Tallo yang tepiannya dihiasi oleh pohon mangrove. Hidup pula beberapa jenis burung pemakan ikan yang bertengger di pohon-pohon mangrove. Indahh..😀

Pemerintah sudah tepat untuk menjadikan Desa Lakkang sebagai desa wisata, tetapi perlu suistanibility (keberlanjutan) dalam program wisata. Jangan hanya euforia di awal peresmian sebagai desa wisata. Tetapi butuh pendampingan menuju desa wisata yang lebih baik dan bisa menambah pendapatan masyarakat di Desa Lakkang.😀

Pintu Masuk Bunker

Jam tangan menunjukkan pukul 10.00 Wita, saya dan Arif mengayuh sepeda kembali ke dermaga. Meninggalkan Desa Lakkang salah satu tempat wisata sejarah di Kota Makassar. Sebuah desa yang memiliki banyak kisah tentang masa perlawanan rakyat Indonesia dengan Jepang.

*catatan perjalanan ini dibuat untuk ikut Lomba Blog Konten Blog Bertema: “Strategi Pengembangan dan Promosi Wisata Sulawesi Selatan”

Mencoba Masuk...

Keindahan Sungai Tallo

2 thoughts on “Wisata Sejarah di Desa Lakkang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s