Kehilangan Sesuatu

20140526_135205

me and my lappie

Tepat tanggal 9 April 2015, saya nobatkan sebagai hari berkabung bagi saya sendiri. Di saat sedang sibu-sibuk mencoba peruntungan untuk apply beasiswa Australia Awards, tiba-tiba telpon dari Ghea masuk. Pikiran pertama saya tentang nenek, karena saat ini beliau sedang dirawat di rumah sakit. Namun ternyata berita lain, rumah tante di Perdos R25 kecurian untuk kedua kalinya. Saya lemas. dan tiba-tiba Ghea membawa berita buruk itu, “Dlien, laptop lo ilang, sama laptop gue, TV juga,”. Saya diam, kemudian mematikan telepon. Dan kemudian, saya menangis sekencang-kencangnya.

Saat itu, saya langsung ingin menyalahkan semua orang….

Saya remuk redam. Benar-benar remuk. Rasanya seperti ada yang terpotong di dalam hati saya. Entah perasaan apa itu, tapi saya benar-benar marah. Seperti ada yang mengiris hati saya berkali-kali, kemudian dibagi sebelas. Kemudian saya hancur, sehancur-hancurnya……

Foto-foto perjalanan saya selama 5 tahun, pupus sudah. Tidak ada backup sama sekali. hanya beberapa foto yang saya simpan di facebook. Sisanya, semua tersimpan rapi di dalam laptop. Saya sudah membaginya dalam folder berdasarkan tahun. Mulai tahun 2009, 2010, 2011, 2012, 2013, 2014…. Setiap dokumentasi perjalanan saya, ada semua disana. Jurnal harian, kisah perjalanan, curhatan hati, dan semuanya. Dokumen yang membuat saya mengingat kembali kenangan itu.

Ketika saya harus tidur di stasiun, ketika saya harus tidur di masjid, ketika saya bisa mencapai pantai yang jaraknya sangat jauh, kenangan tentang dia, ketika saya travelling sendirian, foto ketika wisuda, kenangan tentang saya dan teman-teman. Saya benar-benar hancur, sehancur-hancurnya…. Ini adalah perasaan yang sangat dalam, karena dulu saya selalu menggantungkan hidup dengan laptop..

Ketika membuat skripsi, membuat karya tulis, membuat puisi, membuat tulisan blog, membuat jurnal harian. Semua yang ada di kepala, selalu saya lakukan di laptop tersebut. Saya memanggilnya “Lappie”. Laptop Asus berwarna biru, ditempeli stiker-stiker di bagian depannya.

Saya remuk redam lagi mengingatnya…

Perjalanan yang sudah saya lakukan terasa sia-sia. Kemudian saya diam. benar-benar diam. Kehilangan ini benar-benar memukul telak. 9 April saya nobatkan sebagai hari berkabung..

Tapi sepertinya saya harus berjalan kembali. Membuat kenangan baru, di tahun 2015 ini hingga Allah SWT mengambil saya nanti. Kehilangan laptop ini membuat saya harus membuat jejak baru. Kembali membuat lembaran baru. Kembali menjajaki tempat baru.

Doakan saya kuat..

Innalillahi wa innalillahi rajiun…

cerita tentang laptop saya dan kenangannya –> https://adliencoolz.wordpress.com/2011/10/31/my-nexi-and-lappie/

Ambon, 10 April 2015

istirahat siang tanpa makan sedari malam.

4 thoughts on “Kehilangan Sesuatu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s