Kuburan

Tidak ada tangisan. Dan memang kita memulainya dengan tawa. Harus diakhir dengan kebahagiaan pula. Namun ternyata rasa jijik yang ada. Sepertinya kita sudah berbeda. Rasa itu tak lagi sama. Selamanya.

Mari kita kubur rasa itu belakang rumah. Dimana sesekali kita melihat kebelakang dan menaburinya bunga. Sebagai tanda. Bahwa ia pernah ada.

Kuburan itu bernama cinta.

 

Tertanda yang sangat dalam mencinta,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s